Iklan
UPDATE

I Just Wanna Say “I Love You”, but I Can’t… | part 2

#PopNoteRecovery

I Just Wanna Say “I Love You”, but I Can’t… | part 2 I Just Wanna Say “I Love You”, but I Can’t… | part 2 [sumber: pexels.com]

Curhat – I Just Wanna Say “I Love You”, but I Can’t… | part 2Tapi sayang, pada akhirnya hanya saya yang diterima di sekolah negeri tujuan kami. Sedangkan dia, akhirnya harus pergi ke sekolah swasta, walaupun sekolahnya berdekatan dengan sekolahku… Halo, selamat siang. Inilah notes kelanjutan dari kisah percintaan (lebay!) rumit saya. Dan, jangan lupa baca notes sebelumnya yang part 1 ya!

~Sambungan dari part 1…~

Oke, waktu berlalu. Kini saya sudah duduk di kelas XII alias 2 SMA. Ya, walau di sekolah yang berbeda, namun kami tentu bisa ketemu di sekolah agama Hindu di pura. Hmm… Namun, tetap aja, karena sifat saya yang super-duper pemalu, maka kami tak bisa saling ngobrol saat bertemu. Ya, paling hanya menyapa, lalu berlalu… Sudah…

Dan, saat saya tahu akun Facebook-nya dia, wih, saya langsung iseng-iseng berteman dengannya. Ya, kami memang tak terlalu aktif di jejaring sosial tersebut. Selain karena dia yang update status bisa sampai sebulan sekali, juga karena saya yang tidak bisa (kerena malu!) mengajak dia untuk mengobrol di sana…

Beberapa bulan terakhir ini, ternyata ia akhirnya membuat akun Twitter! Wow!!! Dan langsung saja saya mem-follow dia, dan untungnya dia juga mem-follow saya (untung? lihat nanti!!!). Oke, sekali lagi, kami juga tidak terlalu akrab di jejaring sosial ini… Nah, pas hari minggu minggu kemarin (15 Mei 2011), saya mendapatkan pengalaman yang paling, paling, paliiing (oke, sekali lagi, ini lebay) spektakuleeer!!! Pengalaman yang tak pernah saya temukan dalam kehidupan saya selama 17 tahun terakhir ini!

Oke, begini ceritanya. Waktu itu, di pura sedang ada semacam talk-show dengan narasumbernya 4 orang India. Keempat orang India tersebut, ‘katanya’ sudah lama tinggal di Indonesia, tapi, bahasa Indonesianya kurang fasih. Kebetulan, kami para murid kelas 2 SMA disuruh mengikuti acara itu. Ya, kata guru kami sih, buat pencerahan rohani. Ya sudah, bertempat di Madya Mandala pura Bekasi, kami pun duduk manis sambil mendengarkan ceramah-ceramah tersebut.

Dan, ternyata saya dan dia duduk saling bersebelahan!!! Waaaah!!! Panik, panik!!! Jantung saya serasa berdetak 10ribu kali lebih kencang, dan yang lebih parah lagi, keringat dingin mulai menetes, plus muka saya menjadi merah padam!!!!!! Oke, kepanikan itu memang hanya terjadi beberapa saat saja. Dan saya pun bisa kembali tenang mengikuti acara itu. Ya iya lah, masa’ saya mau kelihatan panik di tengah-tengah kerumunan anak kelas 2 SMA… Di pura lagi!

Setelah melewati beberapa sesi yang sangat membuat saya ngantuk dan pusing (karena gak tau si narasumber ngomongin apa), tak disangka, saya dan dia sedikit-sedikit mulai ada interaksi! Ya, kami saling mengobrol sedikit-sedikit mengenai si 4 narasumber dari India itu, yang perkataannya sangat tak bisa masuk ke otak kami. Tentu saja dengan cara berbisik-bisik, agar tak mengganggu acara.

Sesekali kami cekikikan, gara-gara ada murid yang ditanya oleh si narasumber namun ia tak bisa menjawab pertanyaan tersebut, apalagi kalau bukan karena tak mengerti… Lalu, setelah puas selama kurang lebih 2 jam mengikuti acara tersebut, ternyata si dia mau sembahyang. Lalu dia menanyakan pada saya, “mau sembahyang juga gak?”. UWAAA!!! MAUUU!!! Dan saya jawab aja, “ya sudah, ayo deh…” (dengan tampang sok ‘jaim’…).

Dan, saya pun segera mengambil 2 dupa untuk sembahyang dan menyalakannya. Sementara dia sibuk mencari bunga untuk sarana persembahyangan kami. Namun, ternyata bunganya habis!!! Waduh, apakah ini sebuah pertanda buruk? Ya, kalau tak ada bunga, maka persembahyangan akan tak lengkap! Dan, kami pun mulai panik, ya, panik!

~Bersambung ke part 3…~

Salam – Agung Rangga

Iklan

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. I Just Wanna Say “I Love You”, but I Can’t… | part 3 – Agung Rangga
  2. I Just Wanna Say “I Love You”, but I Can’t… | part 4 – Agung Rangga
  3. I Just Wanna Say “I Love You”, but I Can’t… | part end…? – Agung Rangga

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: