Iklan
UPDATE

“A Present For Her” | hadiah kecil untuk dia~ (part 2)

#PopNoteRecovery

“A Present For Her” hadiah kecil untuk dia~ “A Present For Her” hadiah kecil untuk dia~

Curhat – “A Present For Her” | hadiah kecil untuk dia~ (part 2)“…Hwadoooh~ Kapan nih waktu yang tepat buat ngasih kadonya ke dia??? Padahal, hari ulang tahunnya ‘kan udah lewat beberapa hari!!! Dan, apakah saya sanggup untuk berkunjung ke rumahnya & memberikan kado ini??? WAAA!!!”

Halo, selamat siang. Hari ini saya akan menuliskan lanjutan ‘kisah-pemberian-kado’ dari notes sebelumnya. Yah, karena saya agak malas nulis panjang-panjang, maka ceritanya saya bagi jadi 3 bagian. Jangan lupa baca semua part-nya ya!

* * * * *

Besoknya (hari senin), saya berniat untuk memberikan kado itu ke dia (Made). Tapi, mungkin karena alasan bahwa hari ini (senin) sampai rabu saya masih ada ujian kenaikan kelas (UKK), maka saya urungkan niat itu. Ya, saya pikir, nanti sajalah ngasihnya, pas saya sudah selesai UKK. Hmm~ Memang sih, agak ‘gak logis’ alasannya. Tapi, hei! Butuh keberanian lebih loh untuk berhadapan langsung dengannya dan orang rumahnya!

Tapi, gak tau kenapa, setelah UKK selesai (tepatnya hari kamis & jumat), saya juga masih belum punya keberanian untuk ‘pergi ke rumahnya, lalu mengobrol sebentar, memberikan kadonya, dan pulang dengan hati yang berbunga-bunga’. Ya, perlu kamu ketahui, bahwa jarak antara rumah kami berdua tidak terlalu jauh. Bahkan, bisa dibilang hanya beberapa ratus meter saja. Dan, saya rasa, tak perlulah kalau sampai mengirimkan kadonya lewat jasa pengiriman barang/pos~ (ya iyalah, maksa amat!)

Belum lagi, orang tua saya juga udah mendesak-desak, “kapan mau kasih kadonya?”, “udah basi loh kadonya~”, “eh, ulang tahunnya ‘kan udah lewat lama banget~”, “udah belum kasih kadonya?”, dan masih banyak lagi serbuan pertanyaan seperti itu ke saya. (geleng-geleng~)

Yang lebih parahnya lagi, teman-teman 1 geng saya (Fani, Yunas, & Yogas) juga mau ikut pas nanti saya memberi kado ke Made?! Waduh~ Saya aja gak tau mau kasih kadonya kapan, malah mereka kayaknya pengen banget ikut ke rumahnya Made! (katanya sih mau kasih dukungan ke saya~) Namun, esoknya (sabtu) saya putuskan untuk memberi kadonya hari ini. Ya, karena urusan di sekolah sudah beres (dan saya sudah melalui beberapa mata pelajaran yang diremedial), maka saya mulai mengumpulkan keberanian saya.

Siangnya sekitar jam 12-an, saya mengirim pesan singkat ke Made : “De, kamu ada di rumah?”. Tak lama kemudian pesan saya dibalas olehnya : “Ada kok . . .” (saya gak tau, kenapa di akhir pesan dari dia, hampir selalu saja ada ‘titik-titik-yang-memakai-spasi’~).

Segera setelah mendapatkan pesan itu, saya langsung merasa sangat senang. Itu artinya, saya bisa memberikan kadonya hari ini! Dan, tunggu dulu! Ada satu yang kelupaan! Hmm~ Kalau ada kado, dan kadonya sudah terbungkus rapi, bagaimana kalau diberi tambahan sedikit? Yap, ‘kartu ucapan’!

Hohoho~ Setelah menyantap makan siang hari itu, saya bergegas mengambil semua peralatan saya. Karton putih kecil, penggaris, pensil, penghapus, pensil warna, dan gunting. Yap, saya akan membuat kartu ucapan yang paling spesial untuk dia! Dan, tak membutuhkan waktu lama (kira-kira hanya 1 jam~), saya berhasil membuat kartu ucapan. Bentuknya seperti yang ada di gambar pembuka di atas, ada yang bisa menerka-nerka apa bentuk kartu tersebut?

Yap, hati. Tapi, bentuk hatinya saya ubah sedikit. Dan, percaya atau tidak, bila kartu itu dibuka, maka bentuk hati itu akan menjadi inisial huruf ‘M’, yaitu huruf pertama namanya, Made. Isi kartu tersebut, yaitu :

  1. Halaman pertama (cover depan) : Tulisan surat ini ditujukan untuk siapa.
  2. Halaman kedua (isi dalam – kiri) : Ucapan selamat ulang tahun.
  3. Halaman ketiga (isi dalam – kanan) : Gambar bunga + kata-kata seperti ini : “Kamu pasti menungguku untuk mengatakan kalimat itu ‘kan? Tenang, aku akan segera mengatakannya begitu kita hanya berdua di sana…”
  4. Halaman keempat (cover belakang) : gambar boneka beruang abu-abu yang seperti ada di dalam kado + kalimat : “hug me when you cry…”

Bagaimana? ‘So sweet’ ‘kan~ Hehe~ Dengan ini, saya nyatakan saya sudah siap untuk memberikan kado tersebut untuknya. Dan, apakah yang terjadi saat saya berada di rumahnya, berhadapan langsung dengannya, dan memberikan kado tersebut?

~bersambung ke notes berikutnya

Salam – Agung Rangga

Iklan

1 Trackback / Pingback

  1. Here Our Love Begin | part 2 – Agung Rangga

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: