Semester 3 di Magister Desain

Semester 3 di Magister Desain (Bagian 1)

Semester ketiga saya agak berbeda dengan mahasiswa lainnya. Saya dan teman-teman di kelas Beasiswa Unggulan yang berkuliah di Magister Desain ITB, melaksanakan semester 3 di waktu yang sangat singkat, tepatnya di masa semester pendek! Hanya ada 2 mata kuliah dengan bobot total 6 SKS di semester yang dilaksanakan bulan Juni-Agustus 2019.

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa semester 3 saya dilaksanakan di waktu semester pendek. Jadi, saya mengikuti kelas khusus yang dirancang oleh FSRD ITB, di mana saya dan teman-teman sekelas tergabung dalam program Beasiswa Unggulan. Kami sebenarnya dituntut untuk menyelesaikan pendidikan S2 ini hanya dalam kurun waktu 18 bulan, a.k.a 1,5 tahun saja!

Masa studi normal S2 adalah 2 tahun, dan kami harus memangkas 1 semester agar lulus sesuai tenggat waktu tersebut. Maka dari itu, kelas kami melaksanakan semester ketiganya di masa semester pendek. Kami menganggap bahwa semester tiga ini adalah masa pra-tesis, yaitu waktu di mana kami mencicil proposal penelitian yang akan diajukan sebagai tesis kami di semester akhir nanti.

Lanjutan dari : Semester 2 di Magister Desain

Mata Kuliah di Semester 3

Mata kuliah pertama yang diajarkan di semester 3 ini adalah Isu Kontemporer dalam Desain. Bobot matkul ini hanya 2 SKS, dan lagi-lagi diajarkan oleh Pak Dr. Intan Rizky Mutiaz M.Ds. Seperti namanya, matkul ini mempelajari berbagai isu dan perkembangan desain di masa modern seperti sekarang ini. Salah satu isu yang diangkat adalah perkembangan desain di bidang virtual reality (VR).

Waktu itu kami sempat didatangkan pemateri yang ahli dalam bidang VR, dan kami pun diajari bagaimana cara membuat video 360 derajat menggunakan beberapa action camera yang disatukan. Tugas akhir dari matkul ini adalah membuat video 360° dengan tema horor. Kelas kami dibagi menjadi 2 kelompok untuk mengerjakan tugas ini. Seru dan menyenangkan banget!

Salah satu makanan favorit di Tamfest ITB
Salah satu makanan favorit di Tamfest ITB

Mata kuliah kedua adalah Kajian Proyek Desain/Kriya, dengan bobot 4 SKS, dan diajarkan oleh Pak Dr. Irfansyah, M. Ds. Nah, inilah pra-tesis yang saya maksud di awal tulisan ini! Di matkul ini, kami diajarkan bagaimana cara meneliti dan merancang hal yang ingin kami buat di tesis nanti. Oh iya, semua mahasiswa di kelas khusus ini diwajibkan untuk membuat karya, bukan hanya mengkaji saja.

Awalnya pun saya kaget. Pas waktu tes wawancara saat mendaftar seleksi masuk, saya mengajukan proposal tesis di mana rencana saya adalah untuk meneliti komik webtoon. Di sana saya baru diberitahu bahwa ternyata di program kelas khusus ini semuanya harus mengambil perancangan karya, bukan penelitian/kajian. Syukurlah waktu itu saya masih lolos masuk ITB…

Menentukan Topik Tesis

Setelah melewati 2 semester di tahun pertama saya kuliah di sini, saya telah memutuskan untuk merancang sebuah buku elektronik (e-book) interaktif untuk topik tesis saya. Dari semester 1 sampai semester 2, semua tugas kuliah yang berkaitan langsung dengan rencana tesis selalu saya kaitkan dengan topik ini. Mulai dari mencari teori-teori yang terkait, sampai baca-baca tesis dengan topik sejenis.

Namun, entah kesurupan apa saya waktu itu, pas kuliah perdana di semester ini, saya memberitahu dosen bahwa saya mengganti topik tesis saya menjadi perancangan komik webtoon. Dosen dan teman-teman sekelas pun kaget mendengar saya yang tiba-tiba berubah haluan. Waktu itu saya berpikir, kayaknya kalau membuat komik webtoon lebih mudah deh dibanding harus membuat e-book interaktif…

Menunggu kuliah di Gedung CADL ITB
Menunggu kuliah di Gedung CADL ITB

Tapi, pada akhirnya saya… tidak jadi ganti topik! Saya tetap membuat e-book interaktif untuk topik tesis saya. Soalnya, saya pikir-pikir sayang juga sih, semua upaya saya selama 1 tahun menjadi sia-sia gara-gara saya ganti topik. Belum lagi, kalau saya harus ganti topik tesis, maka saya harus memulai semuanya lagi dari awal, dari 0! Padahal masa studi saya sudah mendekati akhir.

Salah satu saran dari Pak Irfan untuk saya yang masih bimbang dalam menentukan topik tesis adalah: tanya langsung ke target sasarannya! Saya lupa menjelaskan, bahwa topik tesis saya memiliki target sasaran yaitu anak-anak, tepatnya anak SD (Sekolah Dasar). Nah, beliau menyuruh saya untuk coba tanyakan langsung ke anak-anak itu, apa kesukaan mereka.

Tapi, saya bertanya ke beliau, “jika seandainya anak-anak lebih suka film animasi atau permainan (game) dibanding e-book interaktif bagaimana?”. Pak Irfan dengan santainya bilang, “yaa, kamu harus mengikuti apa yang target sasaranmu inginkan, biar tesismu sesuai dengan datanya”. Waaagh, sumpah, di saat itu rasanya saya ingin guling-guling di tangga CADL (gedung kuliah di ITB)…

Bersambung ke : Semester 3 di Magister Desain (Bagian 2)

Salam,
Agung Rangga

Diterbitkan oleh

Agung Rangga

Hai, salam kenal! Saya adalah seorang dosen yang hobi menulis, baca komik, dan jalan-jalan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s