UPDATE

GSL – Keseruan Di Kota Kasablanka

GSL - Keseruan Di Kota Kasablanka GSL - Keseruan Di Kota Kasablanka

CurhatKeseruan di Kota Kasablanka yang saya rasakan kemarin masih terbayang hingga sekarang. Bermain bersama teman-teman saya yang tergabung menjadi GSL (geng masa kecil kami), membuat saya dapat sejenak melepas penat dan suntuk dalam menyelesaikan proposal tugas akhir. Berawal dari chat di Line, saya, Mira dan Yogas memutuskan untuk bertemu di Jakarta, demi meluangkan waktu bersama kembali.

Sabtu yang lalu (9/1), waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, dimana saya merasa sangat mengantuk (biasa tidur jam 9 malam). Namun tiba-tiba, muncul chat Line dari grup chat GSL. Sekilas tentang GSL bisa kamu baca di sini: Jalan-Jalan Seru di Jakarta (bagian 1). Kalau sudah mengobrol, kami tidak kalah dengan ibu-ibu rumpi di pasar, apa saja bisa jadi bahan obrolan! Dan sampailah pada topik mau main bareng pas hari minggu ini. Dari 5 orang, hanya saya, Mira dan Yogas yang bisa meet up (Fani masih sibuk dengan tugasnya, dan Yunas masih di Turki).

Besoknya (10/1) sekitar pukul 10 pagi, saya dan Yogas berangkat menuju Stasiun Bekasi. Ya, kami berdua berencana naik KRL dalam perjalanan menuju tempat meet up, tepatnya di Kota Kasablanka, Jakarta. Sementara itu, Mira berangkat dari Bintaro juga dengan KRL. Setelah memarkirkan motor di parkiran umum (yang letaknya di luar stasiun), Saya dan Yogas langsung menuju loket pembelian tiket. Setahu saya, penggunaan KRL yang ramai pasti hanya pada hari-hari kerja, tapi saya salah, hari minggu juga tidak kalah padat!

Setelah mengantri cukup panjang, dapat deh tiket menuju Stasiun Tebet (seharga 13000 Rupiah untuk satu Tiket Harian Berjaminan). Kereta datang 45 menit setelah kami membeli tiket (lamanya~), dan seperti dugaan, kami harus berdiri karena tidak kebagian tempat duduk. Di dalam kereta, Yogas berbisik ke saya, “bau ketek…”. Pfffftttt!!! Saya berusaha untuk menahan tawa agar tidak mengganggu penumpang lain. Wajar sih, mengingat siang itu panas sangat terik, ditambah bau badan dari penumpang-penumpang yang berdesakan di kereta ini.

Saya dan Yogas pun menggeser posisi berdiri kami ke tempat yang agak lengang. Fyuh, sekarang sudah lebih baik. Tiba-tiba, ada chat dari Mira yang bertanya, nanti transit atau tidak? Saya menunjukkan chat itu ke Yogas, dan ia bilang nanti Mira yang transit di Stasiun Manggarai, sementara kami berdua tidak transit. Setelah mengirim jawaban Yogas, saya melihat peta jalur kereta yang ada di atas pintu. Eh…Kayaknya ada yang aneh… Saya buru-buru bilang ke Yogas, bahwa sebenarnya kita yang transit di Stasiun Manggarai, bukan si Mira! Ahahahaha~ Duh, untung saya mengingatkan Yogas, kalau tidak, bisa kebablasan~

Kami berdua turun di Stasiun Manggarai untuk transit, dan akhirnya tiba di Stasiun Tebet pada pukul 12:22. Tak lama, kereta yang membawa Mira tiba juga di sini, dan kami bertiga langsung menuju Kota Kasablanka dengan menggunakan taksi. Saya kira, Kota Kasablanka itu nama perumahan, sama seperti Kota Harapan Indah. Ternyata oh ternyata, tempat ini adalah sebuah mall toh~ Pas sebelum masuk ke sana, ada pemeriksaan barang bawaan. Anehnya, cuma tas selempang saya yang diperiksa, sedangkan tas jinjing mira tidak (memangnya tampang saya mencurigakan apa?!).

Karena waktu sudah menunjukan jam makan siang, kami pun langsung mencari-cari tempat makan yang pas. Sayangnya, hampir semua restoran dan foodcourt yang ada di area Food Society Kota Kasablanka penuh dengan pengunjung. Setelah hampir 1 jam mengitari mall untuk mencari tempat makan, kami pun memilih makan di “Kenny Rogers Roasters” (atas rekomendasi Mira). Kami bertiga kompak memesan menu chicken teriyaki meal, namun porsi “lite” dengan side dish yang berbeda-beda (kalau saya pilih nasi dan salad buah untuk side dish serta es teh lemon untuk minumannya).

Makanan yang benar-benar "lite"

Makanan yang benar-benar “lite”

Tak lama, pesanan kami datang. Betapa terkejutnya saya, bahwa porsi makanan yang kami pesan benar-benar “lite”, alias “cuma nempel di gigi”. Huweee, yowes lah, saya pasrah saja menikmati makanan seharga hampir 100 ribu Rupiah untuk satu porsi itu. Tahu begitu, mending sekalian pesan ukuran regular yang hanya beda 10 ribuan (hiks…). Sambil makan, kami bertiga mengobrol tentang segala macam kegiatan kami masing-masing. Yogas masih sibuk dengan urusan di kantor Bea Cukai-nya, sementara Mira sama denganku, sibuk dengan tugas akhirnya.

Selesai makan menu utama, baru nyadar kalau kami juga dikasih muffin cokelat kecil sebagai cemilan gratis dari Kenny Rogers Roasters. Saya juga meminta refill es teh lemon, yang tadinya mau sekalian diisikan ke botol air minum yang saya bawa (cuma gak jadi, malu). Setelah itu, Yogas dan Mira mengajak untuk karaokean, dan kebetulan di sini juga ada tempat karaokenya, yang bernama “Cantare F-Ktv & Bistro”. Sampai di sana, kami memesan ruangan paling kecil untuk 2 jam. Tempatnya lumayan nyaman, dan petugas-petugas di sana cukup ramah pada pengunjung.

Wajah setelah menghabiskan suara

Wajah setelah menghabiskan suara

Sebelum mulai bernyanyi, kami ditawari untuk memesan makanan atau minuman. Karena sudah menghabiskan cukup banyak untuk makan siang, kami bertiga cuma memesan es teh saja (miris). Selama 2 jam itu, kami melepaskan bakat terpendam kami sebagai penyanyi profesional sebebas-bebasnya. Berbagai lagu kami nyanyikan dengan penuh semangat dan penghayatan dari hati yang paling dalam (halah~). Mulai dari lagu “Burn” Ellie Goulding, “Applause” Lady Gaga, “Don’t Stop Believin” Glee, hingga “Sambalado” Ayu Ting Ting, “Tentang Aku, Kau Dan Dia” Kangen Band, dan my fave “Anaconda” Nicki Minaj.

Setelah puas menghabiskan suara, kami memutuskan untuk pulang (karena jam sudah menunjukkan pukul 5 sore). Dari Kota Kasablanka, kami naik taksi lagi menuju stasiun. Tapi sebelum pulang, Mira berhenti di dagang siomay depan stasiun, dan saya pun masuk ke 7-Eleven untuk beli roti. Namun, belum sempat membayar, Yogas masuk ke sana dan berbisik ke saya, “Mira ngajakin makan bakso”. Ya sudah, saya taruh lagi deh rotinya, dan kami berjalan ke tukang bakso sesuai arahan dari tukang siomay tadi. Cukup jalan kaki 10 menitan dari Stasiun Tebet, kami sampai di tukang bakso kaki lima. Saya pun makan bakso telur dengan sangat lahap, gara-gara perut jadi laper lagi habis karaokean.

Habis bayar bakso seharga 15 ribu Rupiah itu, kami segera berjalan lagi ke stasiun. Dan di dalam kereta, Mira dapat ide yang gak masuk akal: bikin video lucu-lucan! Untungnya kami bertiga dapat tempat duduk di kereta, sehingga memudahkan kami membuat video ini. Rencananya, video ini akan kami kirim ke grup chat Line GSL, biar Yunas dan Fani juga bisa merasakan keseruan kami bertiga. Buat kamu yang penasaran dengan videonya, silakan tonton di bawah ini:

Untungnya, di gerbong yang kami tempati belum penuh dengan penumpang. Kami sampai melakukan 4 kali take demi mendapatkan video yang sempurna, soalnya si Yogas ketawa melulu sih! Biarpun dilihat oleh penumpang lain, kami sih cuek aja. Ahahahaha, tidak peduli dengan umur, urat malu kami seakan sudah putus semua~ Ini demi video berdurasi 23 detik yang sangat berharga. Semoga saja nanti kami bisa membuat video ini versi GSL lengkap berlima.

Saya dan Yogas berpisah dengan Mira di Stasiun Manggarai, dan kami tiba di Stasiun Bekasi sekitar pukul 19:30-an. Setelah menukarkan tiket tadi, saya diantar pulang ke rumah oleh Yogas. Eh, karena kami tidak mengobrol di perjalanan, si Yogas lupa, hampir masuk ke perumahan tempat rumahnya berada! Untung saya ingatkan, dan Yogas pun segera berputar arah menuju ke rumah saya. Duh, pasti karena dia kelelahan, sampai jadi hilang konsentrasi begitu (makasih banyak ya Yogas~).

Saya tiba di rumah jam 20:17, langsung mandi dan makan malam. Tidak lupa, sesuai janji saya ke teman-teman GSL, video tadi saya masukan ke grup chat Line. Syukurlah, Yunas dan Fani merasa terhibur berkat video kami bertiga. Saya harap, kami berlima segera bisa berkumpul kembali. Terima kasih sudah membaca.

Salam – Agung Rangga

Iklan

6 Comments on GSL – Keseruan Di Kota Kasablanka

  1. ceritanya mau ngalahin aku (ibu-ibu rumpi) yaaa hehehe

  2. Ketemu konco yang se genk seru ya.

  3. wuih seru juga ya bisa jalan bareng bersama temen seperjuangan, kenangan manis yang tidak mudah terlupkana

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. GSL – Bukber Di Summarecon Mal Bekasi – Agung Rangga
  2. GSL – Akhirnya Kumpul Berlima | Agung Rangga

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: