UPDATE

Liburan Awal Tahun (Bagian 1)

Hari 1 - Berangkat Ke Bali

Liburan Awal Tahun (Bagian 1) Liburan Awal Tahun (Bagian 1)

Perjalanan – Liburan Awal Tahun (Bagian 1). Horeee, pas bulan Januari 2017 kemarin saya dan keluarga dapat menikmati liburan di Bali! Biarpun cuma sebentar, tapi liburan kali ini cukup berkesan dong~ Di tulisan kali ini, saya akan cerita serunya perjalanan kami menuju ke Bali.

Persiapan Berangkat

Di awal tahun 2017 ini, Bapak tiba-tiba dapat undangan reuni dari teman semasa beliau SMA. Acara reuni tersebut akan berlangsung di sekolah Bapak dulu, SMAN 1 Semarapura, Kabupaten Klungkung, Bali tanggal 29 Januari 2017. Tadinya, Bapak mau berangkat ke Bali sendirian dengan mengambil cuti seminggu di kantornya. Karena tidak tega meninggalkan saya, Mama dan Arya (adik bungsu saya), akhirnya Bapak mengajak kami sekeluarga ikut pulang ke Bali.

Arya langsung bikin surat izin untuk sekolahnya, dia kelihatan girang banget begitu tahu mau liburan seminggu. Kebetulan saya juga masih santai-santai di rumah, belum ada kegiatan apapun. Hari Minggu (8/1) saya memesan tiket pesawat pulang-pergi di aplikasi Traveloka. Beberapa hari sebelumnya sih sudah ngecek harga tiket, tapi rata-rata masih di harga 5 jutaan. Tapi pas hari itu ngecek lagi, ternyata harga tiketnya sudah turun ke harga 4,4 juta, dan dengan kupon diskon, jadinya cuma bayar 4,3 jutaan saja~

Kami sekeluarga memilih maskapai Citilink, karena bosan terbang dengan Lion Air. Penerbangan kami dijadwalkan berangkat tanggal 23 Januari dan pulang tanggal 31 Januari 2017. Sehari sebelum berangkat, semua pakaian dan perlengkapan lainnya sudah dikemas dengan rapi, totalnya ada 2 koper dan 1 tas besar. Kami juga beli bekal roti dan cemilan untuk dimakan di pesawat, buat jaga-jaga kalau lapar pas sedang berada di langit (halah~).

Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Di hari keberangkatan (23/1), pagi-pagi sekali Mama sudah menyiapkan bekal makan siang berupa nasi bungkus dengan lauk ayam pencok dan telur pindang. Yaa, kamu tahu sendiri kan kalau makanan di bandara itu serba mahal. Jadinya Mama lebih memilih bawa bekal sendiri daripada beli makanan di sana. Setelah sarapan, mandi, dan berpakaian rapi, saya segera memesan Grabcar untuk mengantarkan kami sekeluarga menuju bandara.

Tidak lama kemudian mobil Grabcar tiba di depan rumah, supirnya ramah dan mobilnya bersih. Perjalanan kami menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta cukup lancar, hanya memakan waktu tempuh sekitar 2 jam saja dari Bekasi. Begitu sampai di sana, kami segera masuk ke dalam terminal keberangkatan 1C. Ternyata mudah banget beli tiket di Traveloka, gak perlu repot-repot bawa kertas berisi kode booking, cukup sodorkan ponsel dan KTP maka urusan selesai.

Waktu penerbangan kami di tiket adalah jam 13:20, sementara waktu masih menunjukkan pukul 10:20. Biasanya, waktu untuk check-in baru dibuka 2 jam sebelum berangkat. Tapi pas saya coba tanyakan ke petugas check-in Citilink, ternyata sudah bisa dilakukan saat itu juga. Alhasil, kami tidak perlu menunggu satu jam lagi untuk check-in doang. Asiknya lagi, di boarding pass tertera waktu penerbangan kami yang dimajukan 30 menit, jadi jam 12:50! Lumayan, jadi lebih cepat sampai di Bali~

Terbang Menuju Bali

Setelah mendapatkan boarding pass, kami segera menuju ruang tunggu di lantai atas. Di sana kami makan siang dengan bekal yang sudah Mama bawa. Kami sih cuek saja makan nasi bungkus di bandara, toh yang penting makannya gak berantakan dan sampahnya dibuang ke tempat yang telah disediakan. Di ruang tunggu ini ada banyak toko-toko yang menjual berbagai barang, mulai dari oleh-oleh, parfum, buku, hingga makanan. Tapi gak ada yang menarik sih.

Setelah makan siang, kami menghabiskan waktu dengan menonton televisi berlayar lebar yang terletak di tengah ruang tunggu. Televisi itu tertanam di sebuah tiang berisi banyak lubang stop kontak, dan menampilkan channel Animal Planet. Sekitar jam 12:00, kami segera berjalan menuju boarding room C2. Baru lima menit di sana, kami dan para penumpang lainnya langsung dipanggil untuk segera memasuki pesawat.

akhirnya naik pesawat citilink

akhirnya naik pesawat citilink

Bapak, Mama dan Arya duduk bertiga, sementara saya duduk terpisah bersama dua orang penumpang lainnya. Pesawat pun lepas landas pada pukul 13:00. Di dalam pesawat, kami berempat makan bekal roti yang sudah dibawa. Eh, pas pramugari menawarkan makanan & minuman, saya pun tergoda untuk makan lagi. Alhasil, satu Pop Mie seharga Rp 25.000,- pun berhasil memenuhi perut saya (astaga, kerjaannya makan melulu ya…). Catatan, makanan di pesawat ternyata gak kalah mahal dibanding di bandara. Hiks…

Sampai di Bali

Pesawat kami mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai pada pukul 16:00. Begitu turun dari pesawat, kami naik bis menuju terminal kedatangan. Suasana khas Bali pun mulai menyapa kami di bandara ini. Saya suka sekali dengan hiasan berupa taman mungil di dalam terminal kedatangannya (sebelah toilet), lucu banget. Ada beberapa orang yang berfoto di sana sebelum mengambil barang bawaan mereka.

Setelah semua koper kami ambil dari bagasi, kami pun keluar dari terminal dan langsung mencari penjemput kami. Waktu itu yang menjemput adalah Aji Lanang, paman saya yang tinggal di kampung. Perjalanan kami pun dilanjutkan dengan naik mobil pribadi Aji Lanang. Oh iya, ditengah perjalanan (kalau gak salah di Gianyar), Bapak minta berhenti di depan warung makan, dan langsung beli sate ikan khas Bali. Dagingnya sedikit banget, sementara tusuk satenya besar banget.

sampai di kampung

sampai di kampung

Begitu sampai di kubu (rumah Nenek) pas pukul 19:40, kami langsung makan malam dengan masakan khas Nenek. Habis itu ngobrol-ngobrol sebentar dengan keluarga besar di sana. Saya dan Arya (serta adik saya yang perempuan, Dewi) menginap di rumah Aji Putu (paman saya) yang letaknya persis di sebelah rumah Nenek. Sementara Mama dan Bapak menginap di rumah Nenek. Fyuh, perjalanan yang melelahkan~ Liburan kali ini mau ngapain ya~~~


Bersambung ke: Liburan Awal Tahun (Bagian 2)

Salam,
Agung Rangga

Iklan

14 Comments on Liburan Awal Tahun (Bagian 1)

  1. Wah pop mienya mahal banget mas agung wkwkw….. Klo saya mending lapar dikit nggak papa, ntar pas udah turun beli sendiri pip mie di indomaret. Lebih terjangkau.

  2. Liburan bareng keluarga naik pesawat pasti menyenangkan, apalagi makan bersama di bandara krna makanan di bandara mahal. Sayangnya, saya belum pernah merasakannya.

  3. jadi ingat saya dulu ke bali tahun 2012, menginapnya di sanur, sunrise pantai sanur langsung bisa dilihat dari kamar hotel…

  4. salah fokus sama popmie yang mahal

  5. Halo mas Rangga, lama ni nunggu update nya, kirain dah minggat, he he…

    Seru juga cerita recount kamu ya…3 jam am di pesawat, cukup lama, wajar diisi sambil makan/ngemil, 😁😁

    Btw, Bali kampung asalmu bukan?
    Ditunggu ni kisah selanjutnya, Klo bisa jngan klamaan

  6. Harga makanan di kendaraan memang mahal sekali. Tak cuma di pesawat, di kapal laut juga. Makanya saya menyiasati dengan cuma bawa pop mie dari rumah dan di kapal beli air panas saja. Eh, di pesawat pantun ini pernah ada yang melakukannya, lho. Awalnya tak dibolehkan sang pramugari tapi akhirnya bisa dengan catatan mereka membeli minuman lain, haha. Saya pikir boleh dicoba, sebab Rp25k untuk sebuah pop mie bagi saya terlalu mahal.

  7. Andi Nugraha // 6 Maret 2017 pukul 09:56 // Balas

    Harusnya mas Agung bawa bekal sendiri, atau tidak pop mienya beli di minimarket aja..hehe
    itu harganya udh kyk bukan pop mie..hehe

    Salam kenal mas Agung..

1 Trackback / Pingback

  1. Liburan Awal Tahun (Bagian 2) – Agung Rangga

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: