Biaya Kuliah di Jurusan DKV

Biaya Kuliah di Jurusan DKV
Biaya Kuliah di Jurusan DKV

Ketika kamu ingin melanjutkan kuliah, hal pertama yang pasti dipikirkan adalah masalah biaya. Pada dasarnya, biaya kuliah di jurusan DKV sebenarnya tidak jauh berbeda dibanding jurusan lainnya.

Setiap universitas tentu memiliki standar biaya yang berbeda. Biasanya, semakin terkenal (atau memiliki akreditasi tinggi) universitas tersebut, maka biaya kuliahnya pun pasti semakin tinggi.

Ada beberapa jenis biaya yang harus kamu bayar selama melaksanakan kuliah. Berdasarkan pengalaman saya, biaya tersebut adalah biaya masuk, biaya per semester, biaya alat kuliah, dan biaya lainnya.

Dalam tulisan ini, saya mencoba untuk menjelaskan lebih dalam tentang keempat biaya tersebut. Saya usahakan untuk menjabarkannya dalam rincian yang (semoga) dapat dengan mudah kamu pahami.

Perlu diingat, semua jumlah biaya yang saya sebutkan di sini adalah jumlah biaya yang saya keluarkan saat saya kuliah di jurusan DKV Universitas Telkom, pada masa 2012-2016. Mungkin saja akan sangat berbeda dengan jumlah biaya pada saat ini.

Baca juga: Menuju Desain Komunikasi Visual


1. Biaya Masuk

Biaya Masuk
Biaya Masuk [sumber: unsplash.com]
Saya masuk ke jurusan DKV Institut Manajemen Telkom (sebelum jadi Universitas Telkom) lewat JPPA-N (Jalur Penelusuran Potensi Akademik – Nasional). Seleksinya hanya dari nilai rapot SMA di 3 semester akhir, tanpa harus mengikuti ujian tertulis (beruntung banget~).

Biaya masuk adalah biaya yang harus kamu bayar saat pertama kali masuk kuliah, tepatnya saat mulai pendaftaran kuliah. Kira-kira, totalnya ada 7 biaya yang harus dibayar dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 21.000.000,00. Rincian lengkapnya sebagai berikut:

No. Keterangan Biaya Nominal
1 Biaya Pendaftaran Rp 200.000,00
2 Uang Partisipasi Penyelenggaraan Pendidikan (UP3) Rp 6.000.000,00
3 Sumbangan Dana Pengembangan Pendidikan (SDP 2) Rp 2.000.000,00
4 Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) Rp 6.000.000,00
5 Biaya Sewa Asrama Rp 6.500.000,00
6 Uang Jaminan Kesehatan (JPKM) Rp 150.000,00
7 Biaya Pembuatan Jas Almamater Rp 150.000,00
Total Biaya Rp 21.000.000,00

Biaya pendaftaran untuk seleksi masuk JPPA-N tentu berbeda dengan yang jalur lain seperti USM (Ujian Saringan Masuk) maupun UT (Ujian Tulis). Sumbangan Dana Pengembangan Pendidikan (SDP2)  dan Uang Partisipasi Penyelenggaraan Pendidikan (UP3) menurut saya mirip “uang pangkal” yang dibayar saat masuk SD-SMA.

Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) adalah biaya yang wajib dibayarkan tiap semester (mirip SPP). Ada biaya sewa asrama karena mahasiswa baru di Universitas Telkom wajib masuk asrama di tahun pertama.

Uang Jaminan Kesehatan (JPKM) mirip asuransi kesehatan yang dibayar per semester, dan bisa digunakan untuk berobat di unit kesehatan kampus. Terakhir adalah biaya pembuatan jas almamater.

Baca juga: Suasana Daftar Ulang | part 1


2. Biaya Per Semester

Biaya Per Semester
Biaya Per Semester [sumber: unsplash.com]
Biaya per semester adalah biaya yang harus dibayarkan di tiap semester. Kalau saya sih, cuma ada 2 biaya saja, yaitu Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) dan Uang Jaminan Kesehatan (JPKM).

No. Keterangan Biaya Nominal
1 Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) Rp 6.000.000,00
2 Uang Jaminan Kesehatan (JPKM) Rp 150.000,00
Total Biaya Rp 6.500.000,00

Kedua biaya ini wajib dibayar, karena menyangkut statusmu sebagai mahasiswa di kampus. Kalau tidak dibayar, bisa-bisa kamu dianggap mengundurkan diri dari kampus. Kalaupun ingin cuti kuliah, biasanya kamu diwajibkan untuk bayar 10% dari BPP.

Baca juga: Ribetnya Bayar Kuliah


3. Biaya Alat Kuliah

Biaya Alat Kuliah
Biaya Alat Kuliah [sumber: unsplash.com]
Biaya alat kuliah adalah biaya yang harus kamu keluarkan untuk membeli beberapa alat pendukung kuliah. Selain alat tulis biasa, jurusan DKV menuntut kamu untuk memiliki alat-alat tertentu yang digunakan untuk mata kuliah praktik.

Sebenarnya, tidak semua alat itu wajib kamu beli sih. Beberapa bisa kamu akali dengan menyewa atau meminjam. Namun, ada baiknya kalau kamu memiliki alat-alat menggambar sendiri, yang bakal banyak digunakan di semester-semester awal.

Alat yang penting antara lain adalah pensil, terutama pensil grafit (H, B, 2B sampai 7B) dan pensil warna. Lalu berbagai jenis kertas (HVS, kertas padalarang, art paper, art carton, dupleks) dan buku sketsa (sketchbook) A3.

Alat tulis kantor umum seperti pulpen, binder/buku tulis, penghapus, penggaris, rautan pensil juga dibutukan. Selain itu, alat tambahan seperti jangka, pisau (cutter), gunting, alas potong (cutting mat), lem kertas, spidol, dan selotip juga perlu disediakan.

Di semester-semester awal kamu mungkin diwajibkan memiliki alat melukis seperti berbagai jenis cat (minyak/air/poster/akrilik) dan berbagai bentuk kuas (round, flat, bright, filbert, fan, angle, mop dan rigger).

Sebagai mahasiswa, kamu juga harus memiliki laptop atau PC (Personal Computer) untuk mengerjakan tugas di mata kuliah teori. Saran saya, pilih yang punya spesifikasi yang terbaik, namun juga yang sesuai dengan budget kamu.

Sementara beberapa alat tambahan seperti pen tablet, printer, scanner, kamera, dan camcorder mungkin tidak wajib untuk dimiliki. Kalau ada dana, silakan dibeli. Tapi kalau tidak, kamu bisa meminjam atau menyewa alat-alat ini.

Baca juga: 7 Peralatan Kuliah Untuk Mahasiswa DKV


4. Biaya Lainnya

Biaya Lainnya
Biaya Lainnya [sumber: unsplash.com]
Selain ketiga biaya utama tadi, ada juga biaya-biaya lainnya yang harus dipenuhi. Biaya lainnya ini jenis dan jumlahnya sangat bervariasi tiap individu, tergantung kebutuhan masing-masing.

Contohnya adalah biaya sewa kamar kos (setelah keluar dari asrama), biaya hidup (makan, transportasi, penatu/laundry, dan lain-lain), biaya elektronik (pulsa, paket internet), dan masih banyak lagi.

Jangan lupakan biaya yang harus dikeluarkan saat magang/kerja praktik. Saat menjelang kelulusan pun kamu juga akan mengeluarkan biaya untuk wisuda, dan legalisir ijazah serta transkrip nilai.

Baca juga: 7 Tips Kuliah di Jurusan DKV


Kesimpulannya, biaya kuliah di jurusan DKV itu tidak sedikit. Uang yang diberikan oleh orang tua ada baiknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Berusahalah untuk belajar mengatur keuanganmu sendiri, jadi orang jangan boros-boros!

Selain mengandalkan pemberian orang tua, mungkin kamu juga bisa mencari beasiswa. Ada banyak sekali jenis beasiswa untuk perguruan tinggi, dan tidak ada salahnya untuk mencoba cari beasiswa. Siapa tahu kamu beruntung, dan bisa meringankan beban orang tuamu.

Semoga saja tulisan ini bisa membantu kamu dalam memperkirakan berapa biaya yang harus dikeluarkan selama kuliah di jurusan DKV. Terima kasih sudah membaca! Apakah kamu punya biaya lain selain biaya di atas?

Salam,
Agung Rangga

Iklan

Penulis: Agung Rangga

Salam kenal! Saya adalah seorang Indonesian lifestyle blogger yang hobi menulis, baca komik, dan jalan-jalan.

16 thoughts

  1. Kalau di kampusku, ada biaya Lab tiap semesternya. Tapi biaya tersebut cuma dikenakan sampai semester 5. Lalu ada biaya buku wajib. Buku wajib di sini tuh ya sama kayak buku cetak pada umumnya. Tapi, di sini bukunya wajib di bayar dan kalau enggak bayar, enggak bisa ikut uts atau jadwal kuliah semester depannya ga muncul. Bukunya sih satu doang, tapi harganya enggak selo banget. Sejauh ini sih paling mahal 480rb dan paling murah 300rban. Oya, bukunya import dari penerbit luar. Wajar lah ya kalau mahal.
    Beberapa dosen ada yang ngewajibin pake buku kalau di kelas. Kalau matakuliahnya enggak masuk dalam buku wajib, ya, masih bisa diakali dengan beli versi “bajakan” yang tentunya lebih murah daripada beli versi asli.

    Oya, btw aku jurusan SI jadi modalnya cuman laptop doang. Heheh

Apa pendapatmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s