Perlukah Periksa Kanker Serviks Sebelum Menikah?

Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi wanita. Terkait itu, apakah perlu memeriksa kanker serviks sebelum menikah?

Perlukah Periksa Kanker Serviks Sebelum Menikah
Perlukah Periksa Kanker Serviks Sebelum Menikah

Kanker serviks adalah ancaman nyata bagi wanita. Berdasarkan data dari Patologi Anatomi pada 2010, penyakit ini menduduki urutan kedua dari 10 kanker terbanyak di Indonesia.

Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter, meski salah satu kanker yang mengerikan karena telah menelan banyak korban, kanker serviks sebenarnya tergolong mudah diobati. Hanya saja, penyakit ini harus dideteksi sedini mungkin.

Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi dini kanker serviks, yaitu:

  • Pap smear
  • Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA)
  • Inspeksi Visual Lugoliodin (VILI)
  • Tes DNA HPV

Apakah sebelum menikah perlu periksa kanker serviks?

Apakah sebelum menikah perlu periksa kanker serviks
Apakah sebelum menikah perlu periksa kanker serviks [sumber: shutterstock.com]

Infeksi virus HPV adalah faktor terbesar seorang wanita terkena kanker serviks. Fakta menyebutkan bahwa infeksi ini ditemukan pada sekitar 99 persen kasus kanker serviks.

HPV itu sendiri diperkirakan lebih dari 150 jenis. Masing-masing jenis HPV dapat menimbulkan masalah kesehatan yang berbeda, mulai timbulnya papilloma atau kutil, hingga beragam jenis kanker.

HPV yang berkaitan dengan kanker adalah HPV tipe high-risk, misalnya tipe HPV 16, HPV 18, HPV 31, HPV 33, dan HPV 45. Tapi tipe HPV yang sangat terkait dengan kanker serviks adalah HPV 16 dan HPV 18.

Infeksi HPV dapat terjadi akibat berkontak kulit dengan orang yang sudah terinfeksi. Sering kali, penyebaran ini terjadi melalui kontak seksual, misalnya hubungan seksual melalui vagina, anal, bahkan oral.

Oleh karena itu, mereka yang belum menikah tapi sudah aktif secara seksual juga berisiko terinfeksi HPV. Sehingga, sebaiknya melakukan pemeriksaan deteksi dini rutin.

Semua wanita sebaiknya memulai deteksi dini kanker serviks sejak usia 21 tahun. Sementara, wanita usia di atas 21 disarankan melakukan pap smear setiap 3 tahun sekali.

Jadi, pemeriksaan kanker serviks memang perlu dilakukan sebelum menikah sebagai bagian dari pencegahan dini. Tapi, jika sudah aktif secara seksual, kamu juga perlu tetap melakukan pemeriksaan.


Catatan: Tulisan ini adalah sponsored post, bila ingin bekerja sama dengan saya, silakan hubungi saya di halaman “Kontak”.

Iklan

Penulis: Agung Rangga

Salam kenal! Saya adalah seorang Indonesian lifestyle blogger yang hobi menulis, baca komik, dan jalan-jalan.