Semester 3 di Magister Desain (Bagian Akhir)

Semester 3 di Magister Desain (Bagian Akhir)
Semester 3 di Magister Desain (Bagian Akhir)

Di penghujung semester 3 alias semester pendek ini, saya mulai menghitung hasil kuesioner yang telah dikumpulkan. Ternyata, ekspektasi saya salah, dan media yang saya inginkan untuk dibuat sebagai karya tesis berbeda jauh dengan media yang disukai anak-anak. Tapi tidak apa, yang jelas saya harus belajar untuk memahami media yang baru ini~

Lanjutan dari: Semester 3 di Magister Desain (Bagian 2)

Hasil Kuesioner

Suasana ketika menghitung hasil kuesioner
Suasana ketika menghitung hasil kuesioner

16 Juli 2019, setelah sampai di Bandung, saya mulai menghitung hasil kuesioner yang telah saya sebarkan kemarin. Karena lembar kuesionernya cukup banyak, maka saya mencari cara agar lebih mudah dalam proses menghitungnya. Apalagi karena pakai kuesioner yang manual (dicetak), proses menghitung pun jadi lebih repot dibanding menggunakan kuesioner digital. 🥲

Akhirnya saya menggunakan Google Form untuk proses penghitungan kuesioner ini. Jadi saya input pertanyaan & jawaban kuesioner di Google Form, kemudian saya submit semua jawaban per lembar hasil kuesionernya. Kurang lebih ada sekitar 107 respon dari kuesioner yang saya sebar ke kelas 2-6 SD di Pasraman Tirta Bhuana Bekasi. 📃

Hasil kuesioner yang disebar menunjukkan bahwa anak-anak menyukai media berupa video YouTube dan game dong!!! 😱 Astaga, jauh dari ekspektasi saya yang ingin membuat e-book interaktif… Mau tidak mau, saya harus konsultasi dengan Pak Irfan mengenai hasil kuesioner ini. Setelah diskusi via email, beliau menyarankan saya untuk mengganti media untuk tesis menjadi: ANIMASI! 🤯

Astagaaa, apakah ini kutukaaan? 😭 Dulu pas waktu jaman kuliah S1, saya sempat belajar membuat animasi pendek pakai Adobe Flash (sekarang namanya Adobe Animate), dan itu adalah proses yang melelahkan banget! Karena mulai dari bikin cerita, karakter, hingga menggerakkannya saya kerjakan berdua sama teman saya. Sejak saat itu, saya agak kapok dengan yang namanya bikin animasi. 😔

Eeh, pas kemarin sebelum ambil kuliah S2, saya sempat kerja di studio animasi kan. Awalnya di sana saya ditempatkan di bagian desain karakter, yang memang kesukaan saya. Bersama dengan tim, saya mendesain karakter untuk film Si Juki The Movie (2017). Lagi enak-enaknya desain karakter, tiba-tiba saya dipindah tugasnya ke bagian animasi dong! 😱

Di sana saya benar-benar belajar dari 0 untuk membuat animasi menggunakan software ToonBoom. Alhasil, saya memutuskan berhenti kerja di sana, karena saya sudah tidak kuat dan tuntutan orang tua untuk lanjut S2. Dan sejak saat itu pula, saya memutuskan, pokoknya gak mau lagi berurusan dengan yang namanya bikin animasi, titik! Hingga akhirnya ketulah… 😰

Baca juga: Semester 1 di Magister Desain

Belajar Buat Animasi

Belajar buat animasi sederhana di iPad
Belajar buat animasi sederhana di iPad

Karena media tesis saya sudah fixed, maka semua tugas di semester 3 ini saya sesuaikan kembali. Yang tadinya mencari teori seputar e-book interaktif, diganti jadi teori animasi. Begitu pula saat mengerjakan berbagai tugas Ujian Tengah Semester, semuanya diubah ke yang berkaitan dengan animasi. Seperti waktu UTS matakuliah Kajian Proyek Desain, saya menganalisis 3 animasi pendek 2D. 🍿🎥

Oh iya, saya juga harus mulai belajar bikin animasi dong! 😱 Astagaaa, jujur, bingung banget harus mulai dari manaaa! 😭 Oke, pertama saya harus menentukan software yang akan digunakan. Saya sempat mengkomparasi beberapa software khusus untuk membuat animasi, seperti Adobe Animate, Adobe After Effect, ToonBoom, dan lain-lain. Tapi, pilihan saya jatuh pada: Clip Studio Paint! 🎊

Hah, itu kan software untuk bikin ilustrasi dan komik? Eits, jangan salah, CSP ini ternyata bisa digunakan untuk membuat animasi juga lho! 😎 Tapi jenis animasinya lebih ke animasi mode frame-by-frame, alias digambar manual untuk setiap perpindahan frame-nya. Ini mirip banget dengan proses pembuatan animasi tradisional yang pakai kertas, di mana 1 kertas itu ibarat 1 frame. Jika 1 detik ada 24 frame, maka kita harus menggambar sebanyak 24 lembar kertas~ 🤯

Alasan saya pakai CSP karena saya sudah familiar menggunakannya. Saya sudah pakai CSP ini sejak tahun 2017, di mana waktu itu masih pakai pen tablet Wacom Bamboo. Kemudian di akhir 2017, saya membeli Apple iPad Pro 10.5 dan Apple Pencil yang saya gunakan hingga hari ini. Di iPad, saya menggambar menggunakan CSP juga, di mana sistemnya adalah berlangganan pertahun. Untuk versi Pro sebesar Rp 359.000,- sementara versi EX sebesar Rp 1.009.000,-. 💸

Awalnya saya pakai yang versi Pro, namun di versi ini untuk fitur animasinya dibatasi hanya bisa membuat sampai 1 detik doang! Yaa, karena tidak mungkin saya bikin animasi yang dipecah tiap detik, alhasil saya berlangganan versi EX-nya. 💸 Nanti kalau sudah lulus S2, baru balik lagi ke versi Pro-nya~ Setelah itu, saya mulai mencari tutorial bikin animasi di CSP, dan saya pelajari triknya. Ini animasi pertama yang saya buat di CSP:

Animasi itu saya buat selama 2 hari! Padahal cuma 1 detik doang~ 🥲 Hari pertama bikin sketsa dan lineart, hari kedua kasih warna dan efeknya. Gak kebayang sih bagaimana caranya agar saya bisa buat animasi yang durasinya lebih panjang… Tapi, mau tidak mau saya harus menyelesaikannya! Semangat Gung, yuk, bisa yuk! 💪🏻

Baca Juga: Semester 2 di Magister Desain

Akhir Semester 3

Tidak terasa, semester 3 sudah selesai. Seperti yang saya tulis di Semester 3 di Magister Desain (Bagian 1), semester ini adalah semester pendek yang dilaksanakan saat bulan Juni-Agustus 2019. Sebagai rekap dari 2 tulisan sebelumnya, semester ini cuma ada 2 matakuliah: Isu Kontemporer dalam Desain sebagai matkul tambahan, dan Kajian Proyek Desain/Kriya sebagai matkul utama alias pra-tesis. 📚

Di akhir semester 3 atau pra-tesis ini, saya dan teman sekelas menentukan topik tesis final yang akan dikerjakan di semester akhir (semester 4). Dan seperti yang saya ceritakan hingga tulisan ini, topik tesis saya berubah dari yang semulanya ingin buat e-book interaktif, menjadi buat animasi 2D. Memang benar kata orang-orang, kuliah S2 itu pasti penuh dengan lika-liku~ 🕺🏻

Tugas untuk Ujian Akhir Semester di matkul Isu Kontemporer dalam Desain adalah bikin video VR 360 secara berkelompok. Sementara tugas UAS matkul Kajian Proyek Desain/Kriya adalah bikin video trailer yang menjelaskan topik tesis yang bakal dikerjakan nanti. Syukurlah, nilai saya di semester ini bagus~ 🎉 Dengan berakhirnya semester ini, maka pertempuran yang sebenarnya pun dimulai. Apakah saya siap menghadapi semester akhir di Magister Desain? 😱

Salam,
Agung Rangga

3 Komentar

  1. Waah udh lama aku ga mampir ke rumah Maya mas agung 😁. Ternyata udh magister aja skr .

    Aku tuh dari dulu penasaran banget cara bikin animasi mas. Sempet ngeliat sedikit pas ke museum Doraemon di Tokyo, cara penulisnya membuat kartun Doraemon. Dan Gilak sih memang ribet ya 🤣🤣. Ga kebayang aja hanya utk beberapa detik, tapi gambarnya buanyaaak 😅.

    Tapi pasti bisalaaah. Semangat mas agung 👍

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*