UPDATE

66 Tahun | benar Indonesia sudah ‘merdeka’?

#PopNoteRecovery

66 Tahun | benar Indonesia sudah ‘merdeka’? 66 Tahun | benar Indonesia sudah ‘merdeka’? [sumber: alfido.files.wordpress.com]

Curhat – 66 Tahun | benar Indonesia sudah ‘merdeka’? “…hiduplah tanahku, hiduplah negeriku, bangsaku, rakyatku, semuanya. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya…” – sebuah nyanyian agung yang seakan tak berarti lagi. Merdeka!!! Selamat siang yang panas semuanya~ Hari ini, saya akan membuat notes pertama dengan kategori notes baru bernama “PopToday“. Dan setelah tadi pagi ikut upacara bendera di sekolah, saya mendapat ide tulisan ini~

Hayo, hayo, siapa yang gak tau kalau hari ini ada yang lagi ulang tahun? Itu tuh, yang ulang tahunnya selalu dirayakan oleh seluruh warga negara~ Yang dirayainnya pas tanggal 17 Agustus itu loh, masa gak tau??? (basa-basi yang gak penting~) Oke, oke, akan saya beritahu ya. Hari ini, tepat 66 tahun Indonesia (negara yang sangat dicintai rakyatnya) merdeka. Ya, setelah selama bertahun-tahun dijajah oleh kekuasaan berbagai bangsa, kini Indonesia bisa menikmati ‘sesuatu’ yang bernama kebebasan (merdeka).

Tapi, hei! Apa benar sekarang Indonesia telah merdeka? Dalam hal ini, merdeka dalam artian yang sebenarnya! Iya, walaupun Indonesia sudah tidak dijajah oleh bangsa luar lagi, tapi saya seakan-akan melihat Indonesia ‘masih terjajah’. Terjajah oleh anak negeri sendiri. Ya, bangsa yang (katanya) besar ini sekarang sedang dijajah oleh rakyatnya sendiri. Tau ‘kan bapak-bapak dan ibu-ibu yang sering mondar-mandir di acara berita di televisi itu? Yang sering di sebut ‘koruptor’ itu loh~

Iya, bahkan sampai petinggi negara macam anggota DPR bisa menjajah bangsanya sendiri. Mereka seakan-akan menipu rakyatnya dengan sebuah ‘topeng’ yang menyembunyikan wajah picik mereka, hanya untuk tujuan ‘bodoh’ itu! Ya, pas mereka kampanye agar sebagai calon DPR (atau calon-calon lainnya apalah~) mereka dipilih oleh rakyat, mereka memasang wajah lembut nan mempesona, sehingga siapapun yang melihat wajah tersebut, seakan-akan terhipnotis akan janji-janji manisnya.

Tapi, pas sudah terpilih, sudah duduk di kursi berharga trilyunan Rupiah, sudah punya jabatan tinggi, dan ‘sudah makmur’, mereka melepas topeng berwajah manis itu. Mereka mulai menampakkan sosok wajah asli mereka yang busuk, sebusuk-busuknya! Katanya mereka itu ‘Wakil Rakyat’! Tapi apa??? Yang mereka lakukan hanya mengerjakan tugas mereka, dengan menyuruh bawahannya untuk mengerjakannya, lalu mereka santai dan bersenang-senang dengan ‘uang’ yang mereka selipkan dari anggaran negara.

Sesekali mereka mengunjungi rakyat yang berada dibawah mereka, dengan tidak lupa mengajak para wartawan dan reporter untuk meliput kunjungan itu, agar kelihatan bahwa mereka benar-benar ‘mengurusi rakyat’. (huuu, biar eksis nih yeee~) Heh? Ada yang ganjal! Coba baca kalimat ini : “para petinggi rakyat sedang mengurusirakyat“. Apa?! Mengurusi rakyat?!?!?! Mereka membuat rakyat semakin kurus kering, tetapi mereka makmur dengan perut besar dan harta berlimpah??? (masuk akal gak sih?)

Belum lagi kasus-kasus yang lainnya. Sering saya lihat di berita, koruptor yang mengambil uang rakyat bermilyar-milyar hanya dihukum beberapa bulan saja. Sedangkan rakyat kecil (seorang nenek tua) yang hanya mengambil sebuah semangka di kebun orang untuk makan dia bisa dihukum bertahun-tahun di penjara!

Jadi, terjajah itu adalah :

  • Dimana dana pendidikan untuk rakyat kecil (BOS) tidak bisa sampai ke mereka, karena sebelumnya dana tersebut sudah berpindah tangan sejumlah ‘sekian’ ke tangan-tangan kotor penjabat daerah (yang pertama kali menerima dana tersebut).
  • Dimana bahan kebutuhan pokok melambung tinggi sehingga rakyat kecil tak bisa menjangkaunya, tapi para orang berduit tak menghiraukan mereka namun tetap lahap makan dengan rakusnya.
  • Dimana kita hanya menjadi bangsa yang hanya bisa ‘membeli’ dari luar tanpa bisa ‘menciptakan’ sesuatu yang bisa kita banggakan, misalnya dalam hal teknologi.
  • Dimana kita gak bisa berbuat apa-apa sementara para pencuri uang rakyat itu seenak udelnya jalan-jalan keliling dunia dengan uang hasil rampasannya.

Dan yang terakhir, terjajah itu adalah saat dimana kita bosan mendengar kata ‘merdeka’ yang dielu-elukan oleh petinggi negara, sementara rakyatnya menangis, sengsara meratapi kemiskinan, kebodohan, dan keadilan yang sangat jauh dari mereka.

Jadi, apakah selama 66 tahun ini, Indonesia sudah benar-benar ‘merdeka’?

nb: tulisan ini hanya cuap-cuap seorang pelajar SMA yang sedang sedih melihat negerinya dijajah oleh rakyatnya sendiri, tanpa menyinggung seseorang, kecuali yang merasa aja~

Salam – Agung Rangga

Iklan

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: