Gerimis Lalu Hujan

Gerimis Lalu Hujan

Curhat – Gerimis Lalu HujanSaat ini suhu udara di lingkungan rumah mulai dingin. Awan mendung mulai datang menutupi matahari. Kilat dan suara petir menyambar. Rintik gerimis, lalu hujan deras. Ya, inilah Desember yang kunanti… Brr, semuanya~ (apa sih!) Hehe, pembuka notes yang terlalu lebay ya? Tapi, beneran loh. Sudah lama sekali saya menantikan cuaca yang “mendung-mendung-galau” ini datang~ (halah!)

Ya, seperti yang kamu ketahui, beberapa bulan belakangan ini (maksudnya bulan-bulan sebelum Desember~) sepertinya kita sedang dijajah oleh terik matahari yang sangat menusuk itu~ (doh, puitis lagi!) Mau kemana-mana rasanya malas banget, apalagi kalau bukan karena cuaca panas. Dan itu sebabnya rutinitas saya sehari-hari ya, kalau gak di rumah, di sekolah~ Gak mau mampir-mampir ke sana-sini~ (maklum, anak rumahan~)

Dan kamu tau, wajarnya, kemarau hanya berlangsung sekitar maret sampai september saja (ini hanya perkiraan saya aja loh!). Tapi nyatanya, kemarau masih bisa kita rasakan sampai November kemarin tuh~ Nah, saya sangat-sangat-sangat bersyukur karena sekarang sudah bulan Desember. Bulan dengan hawa sejuk, bahkan cenderung dingin. Dan wangi udara di bulan ini tuh, brr, merupakan salah satu wangi yang saya suka : wangi tanah!

Myahaha, jujur, setiap pagi sebelum berangkat sekolah (pagi-pagi sekali setelah bangun tidur~), saya selalu sempatkan untuk menjadi orang pertama yang keluar rumah, dan mencium wangi tanah yang ada di udara luar~ Udara wangi itu masuk ke badan saya, dan seketika, pikiran saya menjadi sangat relaks, tenang, dan rasa nyaman yang tiada tara (dikira iklan penyedap masakan~)~ Apalagi, kalau cuaca pagi itu mendung, tambah wangi udaranya~

Oh iya, saya heran (dan baru kepikiran sekarang!) kenapa udara habis hujan itu wangi tanah ya? Apa gara-gara awan yang memproduksi hujan mengambil pasokan air dari tanah yang didistribusikan langsung oleh panas matahari? (gyaaa, kenapa jadi begini???) Tapi, sudahlah~ Apapun penyebabnya, saya tetap suka wangi itu! | Kembali ke topik awal : hujan! Hmm, survey menunjukan rata-rata orang mengidentikan hujan dengan perasaan seseorang yang sedang : galau. (survey apaan tuh?!)

Huhuhu, bila dengar kata galau, maka bayangan yang ada di benak saya adalah : perasaan sedih berlarut-larut akan suatu masalah yang dihadapi oleh seseorang, karena masalah itu tak kunjung menemukan hasil~ (nyari arti galau di wikipedia)

Iya kalau hujannya cuma gerimis, kalau hujannya deras gimana? Bahkan, kalau sampai terjadi hujan angin, hujan badai, hujan duit (loh?) bagaimana? Masih bisa dihubungkan dengan “galau” kah? Hmm, memikirkannya bikin saya tambah galau nih… Tapi, dari pada tambah galau, biasanya hal apa yang sering kamu lakukan ketika hujan datang?

Salam – Agung Rangga


nb : notes ini dibuat karena saat ini hujan, dan saya galau memikirkan hasil ujian akhir semester saya…

Diterbitkan oleh

Agung Rangga

Hai, salam kenal! Saya adalah seorang dosen yang hobi menulis, baca komik, dan jalan-jalan.

2 tanggapan untuk “Gerimis Lalu Hujan”

  1. Kok sama ya, sy jg pecandu hujan, penyuka wangi tanah dan sy selalu menunggu bulan Desember datang, bulan yg dingin dan sejuk, bulan yg dipenuhi dengan bunga-bunga akasia yg gugur setelah tertimpa hujan, yg wanginya unik, samar tapi wangi. Seperti bau tanah. Sekarang bulan juni dan hujan sesekali saja datang tapi tetap mnyenangkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s