Jagung Rebus

Jagung. Salah satu sumber karbohidrat yang menjadi makanan pokok di beberapa negara di dunia selain gandum dan padi. Ada banyak cara untuk menikmati lezatnya biji-biji kuning yang bentuknya seperti gigi ini~

Siapa sih yang gak kenal dengan makanan yang satu ini? Hehe, saya pribadi cukup gemar mengonsumsi jagung, karena, jagung itu rasanya manis, gurih, dan enak di jadikan makanan apa saja. Salah satunya adalah jagung rebus~

Saat saya di rumah kakek (Karang Asem – Bali), kebetulan setelah saya mandi di petung (sungai), Aji Tut (paman), Bi Ade (bibi) dan Pekak (kakek) saya sedang nampak sibuk memasak sesuatu di pekarangan rumah. (bukan di dapur loh!)

Dan setelah saya dekati, owalaaah, banyak sekali jagung yang bertumpukan di atas selembar terpal yang digelar di pekarangan rumah tersebut. Rupanya, Aji Tut sedang memilah-milah hasil panen jagungnya, mungkin ada sekitar 5-6 karung jagung~

Di sana terlihat Bi Ade lagi sibuk memasak semua jagung-jagung tersebut di sebuah panci besar, merebus semua jagung-jagung tersebut. Katanya, jagung-jagung rebus itu akan beliau jual di pasar. Ya, asal kamu tahu, jagung yang sudah direbus lebih laku daripada jagung yang masih mentah. (saya aja juga baru tahu~)

Sementara itu, Pekak sedang memasukkan beberapa jagung yang sudah direbus tadi ke keranjang-keranjang. Biar umurnya sudah mencapai seabad (serius!), tapi Pekak tampak masih sangat segar-bugar! (kagum deh sama orang-orang dulu buat menjaga kesehatannya~)

Tak sadar, bibi memanggil saya. “Gung, kenapa itu bengong di situ?”. Eh? Hahha, saya baru sadar kalau saya masih berdiri di depan teras sambil memandangi mereka~ Haduuuh, dasar Rangga bodoh, bukannya bantuin apa gitu, malah cuma ngeliatin doang! *getok kepala*

“Coba ke sini Gung” Bi Ade memanggil saya. Dan setelah saya dekati, dia memberi 2 jagung rebus, huaaah, masih panas!!! Eh, kebetulan ayah saya datang, langsung saja saya beri beliau jagung yang satu lagi~ (ya kali saya makan dua jagung rebus yang besar-besar sekaligus~)

Membuka kulit jagung saat jagung baru matang setelah direbus memang agak sulit! Setelah berkutat selama beberapa detik, akhirnya biji-biji jagung yang kuning merekah itu muncul. Tampak sangat menggoda~ (air liur mulai netes)

Hap, hap, mulailah saya menggerogoti biji-biji jagung tersebut. Huaaah, enak bangeeet! Rasanya sih gak terlalu manis, tapi gurih banget! Makan jagung rebus yang baru dipanen memang paling top~

Hihi, terima kasih sudah membaca. Oh iya, olahan jagung apalagi yang kamu suka? Nyam, nyam, dan paling enak dimakan saat apa?

Salam,
Agung Rangga

Iklan

Penulis: Agung Rangga

Salam kenal! Saya adalah seorang Indonesian lifestyle blogger yang hobi menulis, baca komik, dan jalan-jalan.

2 thoughts

Apa pendapatmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s