UPDATE

Buku Pertama (Bagian 1)

Buku Pertama (Bagian 1)

Curhat – Ahh, sudah lama sekali saya bermimpi memiliki buku karya sendiri. Dari kecil, saya bercita-cita untuk menerbitkan komik atau buku cergam (cerita bergambar) yang saya buat sendiri. Dan sampai saat saya kuliah di DKV, saya terus berusaha mewujudkan cita-cita tersebut. Hingga suatu hari, kesempatan itu hadir.

Semua ini berawal dari hobi saya yang suka upload karya ilustrasi di salah satu grup facebook, yang anggotanya berisi penulis, ilustrator, hingga penerbit buku anak. Tiba-tiba, pas baru bangun tidur (23/2), ada seseorang yang mengirim chat ke akun facebook saya. Beliau adalah Mbak Devi, dari penerbit buku Rabbit Hole, salah satu penerbit buku anak di Jakarta.

Saat itu, Mbak Devi bertanya mengenai jasa ilustrasi untuk cergam, baik itu fee-nya sampai ke waktu pengerjaannya. Wuaaah, saya kaget dan bingung, karena ini adalah pertama kali saya ditanya soal begituan (maklum, masih ilustrator pemula~). Dan saya pun konsultasi ke Kak Evan, teman facebook saya yang merupakan salah satu dari ilustrator terkenal Indonesia.

Setelah mendapat nasehat dari Kak Evan, akhirnya saya pun mencoba menjawab pertanyaan dari Mbak Devi tadi, dan katanya nanti akan dikabari lagi. Duh, dalam hati, saya deg-deg-degan banget! Beliau bakal nerima saya jadi ilustratornya gak ya? Apakah fee yang saya ajukan terlalu tinggi? Dan berbagai pertanyaan pun singgah ke pikiran saya saat itu.

2 hari kemudian (25/2), akhirnya Mbak Devi mengirim chat lagi. Beliau berkata kalau proyek ini berupa buku custom (buku yang cerita dan ilustrasinya dibuat khusus untuk pemesan), jadi layout dan cover juga dikerjakan ilustrator. JDEEERRR!!! Sa-saya kira cuma ilustrasi doang… Lalu beliau juga bilang nantinya buku ini akan diproduksi terbatas (hanya sekitar 50 buku saja) dan biasanya untuk suvenir ulang tahun. O-oooh, begitu…

Mbak Devi pun mengirim saya draft cerita, dan betapa terkejutnya saya mengetahui ceritanya yang keren banget! Dimana bagian kerennya? Nanti saya beritahu. Saya pun berpikir keras. Karena sistemnya “jual putus”, lalu ini ilustrasi full sehalaman, layout & cover juga saya yang buat, serta deadline yang…CUMA 2 MINGGU!…akhirnya saya memutuskan mengambil resiko. Ya, setelah negosiasi harga (cie elah~), kami pun sepakat untuk mengerjakan proyek buku ini.

Malamnya, saya curhat ke orang tua saya lewat telepon. Dan kata Bapak, jalani saja dulu. Beliau bangga saya berani mengambil proyek buku ini, karena, kesempatan langka seperti ini sangat jarang terjadi. Beliau juga bilang, jangan terlalu mengharapkan imbalan, kerjakan aja semaksimal mungkin. Dan yang terpenting, buat agar anak-anak yang membaca buku ini nantinya merasa senang melihat karya kamu. Saya pun terharu, dan sangat termotivasi mendengar petuah-petuah beliau. You are the best Dad ever, Pak!

go, go, storyboard! 😹

A post shared by Agung Rangga Lawe (@agungrangga) on

Besoknya (26/2), saya pun mulai membuat storyboard, sementara Mbak Devi mengirimkan foto-foto referensi. Dalam cerita buku ini, tokoh utamanya adalah anak si klien yang membuat buku custom ini, sedangkan tokoh-tokoh pendukungnya adalah teman-teman si anak tersebut. Makanya, Mbak Devi memberi foto anak-anak yang menjadi tokoh dalam cerita sebagai referensi menggambar saya. Karena ceritanya mengambil latar di sekolah, jadi foto-foto guru juga dikirim ke saya.

Eh, mendadak Mbak Devi bilang kalau kliennya minta ilustrasinya dicampur foto asli, yaitu pada bagian wajah. HAAAAHH?!?!?! Astagaaa, kenapa jadi begini? Saya pun menjelaskan mengenai keterbatasan ilmu olah foto saya. Takutnya, hasil akhirnya malah jadi kurang maksimal, karena saya hanya fokus di bidang ilustrasi saja. Dan juga, banyak banget pose-pose yang agak susah bila “ditempeli” dengan foto muka asli.

Tapi syukurlah Mbak Devi mengerti, dan akhirnya saya lanjut mengerjakan proyek ini. Malamnya, saya iseng melihat-lihat kalender akademik dari kampus, dan betapa terkejutnya saya kalau dua minggu lagi UTS (ujian tengah semester) akan dilaksanakan! Dan saya juga baru sadar kalau ada banyak banget tugas kuliah yang harus segera diselesaikan! Huaaah, semangat ya Gung!

…bersambung ke bagian 2…

Salam – Agung Rangga

Iklan

11 Comments on Buku Pertama (Bagian 1)

  1. Waaaah. Selamat Gung! Salut! Sayangnya custom made dan gak dijual bebas ya bukunya.

  2. Selamat ya Gung. Semoga kesempatan langka ini bisa kamu manfaatkan untuk pengembangan masa depan. UTS mah gampang, xixixix…..

  3. Akununggubuku yang dijual bebas ya

  4. semoga sukses dengan buku perdananya mas

  5. wuihh keren dapet proyekan buku. Sayang cuma untuk suvenir aja. Tapi mungkin nanti bisa nerbitin buku yang lebih keren
    Semangat!

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Mulai Lagi | Agung Rangga
  2. Buku Pertama (Bagian Akhir) | Agung Rangga
  3. Kaleidoskop 2015 | Agung Rangga

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: